Prof. Mahfud Solihin: Bagaimana Memilih Isu Riset yang Menarik?

Sabtu, 17 Oktober 2020 Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam menyelenggarakan Webinar Workshop Kepenulisan Jurnal, melalui media zoom dan live streaming youtube dengan narasumber utama Prof. Mahfud Sholihin, SE., M.Acc., Ph.D., Ak., CA dan narasumber kedua Dr. Achmad Firdaus M.Si. Jumlah peserta yang mendaftar 235 orang, 90 orang melalui zoom dan 145 orang melalui live streaming di channel YouTube Program Studi Akuntansi Syariah.
Link: https://www.youtube.com/watch?v=iSRs0zQgK-k
Workshop tersebut dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Dr. Afdawaiza, S.Ag., M.Ag. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bawasannya menulis artikel ilmiah merupakan kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dari dunia akademik perguruan tinggi sebagai bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi. Dalam bidang penelitian, ukuran kualitas perguruan tinggi dilihat dari bagaimana intensitas kepenulisan karya ilmiahnya.
Ketua Program Studi (Kaprodi) Akuntansi Syariah, Dr. H. Slamet Haryono, S.E, M.Si mengatakan, terimakasih kepada pemateri yang bersedia membagikan ilmunya dan berharap agar ilmu yang disampaikan bermanfaat serta meningkatkan kualitas karya peserta workshop kepenulisan jurnal.
Prof. Mahfud Sholihin, SE., M.Acc., Ph.D., Ak., CA, Guru besar Ilmu Akuntansi dan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB UGM sebagai pembicara pertama menyampaikan materi tentang Tips Memilih Isu Riset yang Menarik. Menurut beliau isu riset yang menarik adalah yang disukai oleh editor in chief dan reviewer jurnal sebagai representasi dari pembaca artikel. Beliau menyampaikan bahwa penulis artikel harus banyak membaca sehingga ketika melihat suatu fakta maka ide untuk menulis akan bermunculan. Ide tulisan juga dapat diambil dari berita-berita di media masa maupun elektronik, dapat juga mengkritisi teori-teori yang sudah mapan dari buku teks, maupun hasil pengamatan fenomena secara langsung. Di dalam presentasinya, beliau mensitir ungkapan dari Jones (2013) bahwa publikasi adalah seni bukan science, sehingga seni menulis ini tergantung gaya masing-masing orang.
Menyambung materi dari pembicara pertama, Dr. Achmad Firdaus M.Si., dosen Pacsasarjana Tazkia dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAI Tazkia melanjutkan dengan topik yang tidak kalah menarik yaitu tentang Strategi Menembus Jurnal Bereputasi. Beliau menyampaikan penting untuk memperhatikan gaya selingkung masing-masing jurnal, gunakan kalimat yang memiliki struktur SPOK sehingga mudah untuk dicerna, hindari menggunakan kalimat majemuk dan kompleks, hal ini juga akan mempermudah ketika artikel akan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Selain itu koherensi antar bagian juga perlu diperhatikan. Menulis artikel jurnal berbeda dengan menulis di surat kabar, sehingga gaya bahasa dan diksi disesuaikan dengan diksi yang bersifat ilmiah. Untuk penulisan judul perlu diperhatikan jumlah kata, komunikatif dan ringkas serta merepresentasikan isi jurnal. Reviewer juga akan memberi perhatian pada abstrak yang menyoroti temuan. Maka perlu memperhatikan teknik penulisan abstrak yang menarik, tajam dan jelas. Pada bagian pendahuluan perlu ditonjolkan aspek novelty dari penelitian. Novelty bisa dari aspek coverage, metodologi, atau pengembangan dari teori terdahulu. Penelitian jurnal yang bukan kategori kajian literatur akan lebih bagus kalau menggunakan rujukan paling lama 10 tahun terakhir.
Kontributor: Tim