Peran dan Tantangan Perbankan Syariah dalam Perekonomian

Dekan FEBI Memberikan Sambutan pada Studium General Prodi Perbankan Syariah via Zoom (14/10)
Prodi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam mengadakan studium generale yang bertema “Peran Dan Tantangan Perbankan Syariah Dalam Perekonomian” pada Rabu (14/10/2020).
Acara ini merupakan rangkaian sosialisasi pembelajaran mahasiswa baru program Perbankan Syariah tahun ajaran 2020/2021. Studium Generale Prodi Perbankan Syariah menghadirkan narasumber dengan latar belakang perbankan syariah seperti, Hanawijaya (Direktur Bank Jateng Syariah) dan Andang Lukitomo (Former Culture and Change Management Head BSM)
Acara ini dibawakan oleh sdr. Faisal Reza mahasiswa Perbankan Syariah angkatan 2018, pelantunan ayat suci al-qur’an oleh sdri. Inayatul Muna, dan di moderatori oleh Ibu Dian Nuriyah Solissa, SHI, M.Si yang dilangsungkan secara daring menggunakan video conference.
Nampak hadir mengikuti kegiatan tersebut Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Dr. Afdawaiza, M.Ag, Kepala Prodi Ruspita Rani Pertiwi, S.Psi, M.M, dan jajaran dosen Perbankan Syariah lainnya, serta seluruh mahasiswa baru TA 2020/2021 Prodi Perbankan Syariah.
Pembukaan studium generale diawali sambutan oleh Ibu Ruspita Rani Pertiwi, S.Psi, M.M. selaku Kaprodi Perbankan Syariah, beliau menyampaikan bahwa kuliah umum ini sebagai pembekalan dasar bagi mahasiswa perbankan Syariah khususnya untuk mahasiswa Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
Dilanjutkan dengan sambutan Dr. Afdawaiza, M.Ag yang menyampaikan tema yang dibawakan pada studium generale ini merupakan tema yang cukup aktual untuk dibahas pada situasi seperti ini dan menjadi waktu yang tepat untuk Perbankan Syariah untuk berbenah dalam perekonomian ditengah wabah Covid-19.
Karakteristik perbankan syariah berbeda dengan perbankan konvensional yang menggunakan sistem bunga, karena perbankan syariah didasarkan pada pembiayaan bagi hasil yang dikembangkan melalui produk pembiayaan musyarakah dan mudharabah. Dengan demikian, kehadiran perbankan syariah seharusnya memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan sektor riil. Salah satu unit usaha yang perlu dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan sektor riil adalah usaha mikro kecildan menengah (UMKM) yang dalam perekonomian nasional saat ini memiliki posisi yang sangat penting. Banyak masyarakat yang berekspektasi terlalu besar terhadap peran bank syariah dalam mengembangkan UMKM. Padahal sistem keuangan syariah nasional mempunyai permasalahan fundamental yang menyebabkan berbagai pihak terkait mengalami kesulitan dalam mengoptimalkan fungsi syariah sebagai rahmat bagi seluruh manusia. Tantangan utama lembaga keuangan syariah adalah menyelesaikan permasalahan yang terdiri dari kerangka sistem yang berbasis pada bunga dan ketidakstabilan standar mata uang apalagi di tengah wabah covid-19.
Rangkain acara ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diisi oleh Hanawijaya (Direktur Bank Jateng Syariah), yang menjelaskan tentang Perbankan Syariah dan peranannya dalam perekonomian saat ini. Dilanjutkan dengan sesi kedua yang membahas tentang Kompetensi SDM dalam peningkatan kualitas Perbankan Syariah oleh oleh Andang Lukitomo (Former Culture and Change Management Head BSM).
Kontributor: Alfi Ayu Ilhamna , Editor: AN