FEBI UIN Sunan Kalijaga Songsong Indonesia Emas 2045 dengan Lulusan Bersertifikat BNSP





FEBI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta selalu eksis, cerdas dan terdepan dalam membaca peluang dan selalu update dalam mengikuti perkembangan isu terkini. Setelah berhasil mengantarkan prodi-prodi-nya meraih rekognisi dari lembaga akreditasi internasional FIBAA dan LAMEMBA (Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi) dengan predikat Unggul, FEBI UIN Sunan Kalijaga terus berinovasi untuk memperkuat kualitas lulusannya, salah satunya dengan menumbuhkan kesadaran untuk memiliki sertifikasi keahlian.
Untuk tujuan tersebut, FEBI UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan Studium General “Urgensi Sertifikasi Kompetensi untuk Keunggulan Kompetitif Mahasiswa di Era 4.0 Menuju Indonesia Emas 2045, Jumat, 1 Desember 2023, bertempat di Convention Hall Lantai 1 UIN Sunan Kalijaga. Acara dengan narasumber Komisioner BNSP Periode 2023-2028 Prof. Dr. Amilin, S.E.Ak., M.Si., CA., QIA., BKP., CRMP, dihadiri oleh Dekan FEBI Dr. Afdawaiza,S.Ag, M.Ag., Wakil Dekan bidang AUK Dr. Sunaryati, M.Si., Wakil dekan bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. Ahmad Salehudin, MA., para kaprodi, sekprodi, serta civitas akademika UIN Sunan Kalijaga yang memenuhi ruang kegiatan.
BNSP merupakan satu-satunya Badan resmi negara yang diberikan otoritas tunggal untuk menyelenggarakan sertifikasi kompetensi profesi sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Badan Sertifikasi Nasional Profesi (BNSP). Dalam rangka merespon PP tersebut, UIN Jogja sudah mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dengan nama LSP UIN Sunan Kalijaga. Saat ini LSP UIN Sunan Kalijaga telah berlisensi BNSP yang berdiri sejak tahun 2021, dan telah memiliki asesor kompetensi bersertifkat BNSP sebanyak 45 asesor, dan dalam waktu dekat akan mengadakan pelatihan asesor kompetensi pada tanggal 11 sd 15 Desember 2023.
Dalam pemaparannya, Prof. Amilin menyatakan bahwa untuk memasuki dunia kerja saat ini di era rovolusi industri 4.0 dan society 5.0, mahasiswa harus memiliki keunggulan kompetitif dengan cara menyiapkan pengetahuan, keahlian, dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan regulasi sehingga para lulusan perguruan tinggi merasa optimis dan percaya diri mampu bersaing dengan tenaga kerja global dalam menuju Indonesia Emas 2045. “Mereka yang memiliki keahlian tersertifikasi akan memiliki keunggulan komparatif untuk bersiang di era 4.0 ini,” ungkap Guru Besar pada Fakultas Ekonomi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
Kegiatan Studium General ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr. Afdawaiza, S.Ag, M.Ag. Dalam sambutan membuka acara, Afdawaiza menyatakan bahwa sertifikasi kompetensi ini penting dimiliki oleh mahasiswa untuk melengkapi fortofolio Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) sebagai pertanda bahwa setelah nanti lulus dari perguruan tinggi, mereka siap memasuki dunia kerja global dengan bekal kompetensi terstandar yang dimiliki dan mendapat rekognisi dari negara.
Setelah narasumber selesai menyampaikan pemaparannya, banyak para peserta yang ingin mengeksplorasi lebih lanjut untuk melakukan pendalaman materi yang disampaikan oleh narasumber, dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis, smart, dan sangat futuristik. Suasana diskusi berjalan hangat, dinamis, dan kondusif sehingga para peserta mendapat banyak pencerahan ilmu pengetahuan dari narasumber tentang pentingnya sertifikasi kompetensi profesi bagi mahasiswa.