Yogyakarta – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta menerima kunjungan akademik Sekolah Tinggi Ekonomi
Islam (STEI) HAMFARA Yogyakarta pada Senin (20/7/2026) di Ruang Rapat Lantai II
FEBI. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi
antarlembaga dalam pengembangan program Advanced Management, Entrepreneurship
& Leader Training (Advanced MELT) 2026, sebuah program penguatan kapasitas
mahasiswa yang akan diselenggarakan di Malaysia dan Singapura sebagai bagian
dari upaya membangun jejaring akademik dan kepemimpinan global.
Audiensi diikuti oleh 32 mahasiswa dan dosen STEI HAMFARA.
Hadir dari jajaran pimpinan FEBI, Prof. Dr. Misnen Ardiansyah, S.E., M.Si.,
Ak., C.A., ACPA., selaku Dekan FEBI, Dr. Ibi Satibi, S.H.I., M.Si. selaku Wakil
Dekan Bidang Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, Dr. Darmawan, S.E., M.A.B., Ketua
Prodi Manajemen Keuangan Syariah, Dr. Miftakhul Khoiri, M.M., Ketua Prodi
Ekonomi Syariah, Dr. Prasodjo, S.E., M.Si. Ketua Prodi Magister Akuntansi
Syariah, serta Ibu Susan, S.Pd. (Kasubag TU FEBI) dan Tim KOPERTAIS Wilayah III DIY dihadiri Mardi Riyanto, S.Kom.,
MM., Tika Uswatun, SE., dan Sumaryadi. Sementara itu, rombongan STEI
HAMFARA dipimpin langsung oleh Dr. Siti Murtiyani, S.E., M.Si., Ak., CA.,
Ph.D., didampingi Dr. Nuhbatul Basyariah, S.E.I., M.Sc., Dr. Wijiharta, S.P.,
M.M., Ir. Sugeng Nugroho Hadi, M.M., serta Agus Yohana, S.E.I. sebagai pembina
dan trainer program.
Kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan, dilanjutkan
penyampaian maksud dan tujuan audiensi oleh Ketua STEI HAMFARA. Dalam
paparannya, Dr. Siti Murtiyani, S.E., M.Si., Akt., Ph.D. menjelaskan bahwa
Advanced MELT dirancang sebagai program pembelajaran internasional yang
mengintegrasikan aspek manajemen, kewirausahaan, kepemimpinan, kolaborasi
lintas budaya, dan penguatan jejaring global bagi mahasiswa.
"Kami senantiasa berikhtiar
untuk memperkuat kompetensi akademik, kemampuan kepemimpinan, jiwa
kewirausahaan, wawasan internasional, dan kemampuan beradaptasi di kalangan
mahasiswa dalam ekosistem global. Advanced MELT ini kami desain sebagai ruang
pembelajaran transformatif agar mahasiswa mampu berinteraksi langsung dengan
praktik-praktik terbaik di Malaysia dan Singapura serta membangun jejaring
akademik internasional sejak dini," ungkap Dr. Siti Murtiyani.
Mewakili FEBI UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Misnen
Ardiansyah, S.E., M.Si., Ak., C.A., ACPA., menyampaikan apresiasi atas
kepercayaan STEI HAMFARA menjadikan FEBI sebagai mitra akademik dalam
mempersiapkan program tersebut. Menurutnya, kolaborasi antarperguruan tinggi
merupakan strategi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Islam yang
berdaya saing global.
"Internasionalisasi perguruan tinggi dalam
kenyataannya perlu diwujudkan dan diterjemahkan ke dalam program-program nyata
yang memberikan pengalaman akademik internasional bagi mahasiswa. Program
seperti Advanced MELT ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk
menyiapkan generasi yang memiliki kompetensi global, kepemimpinan yang
visioner, serta karakter keislaman yang moderat dan adaptif terhadap perubahan
dunia," ujar Prof. Misnen Ardiansyah.
Suasana diskusi semakin dinamis ketika memasuki sesi
brainstorming akademik yang dipandu oleh Dr. Ibi Satibi, S.H.I., M.Si. Sesi ini
diawali dengan presentasi Tim Advanced MELT HAMFARA 2026 yang diwakili Daffa
Shabran Jamil dkk., dengan mengangkat tema "Sinergi Ekosistem Global:
Akselerasi Integritas Akad Keuangan Syariah dan Inovasi Sertifikasi
Pangan." Paparan tersebut menawarkan gagasan mengenai penguatan integritas
akad keuangan syariah, inovasi sertifikasi pangan halal, serta pengembangan
ekosistem industri halal yang mampu menjawab tantangan ekonomi global.
Dalam sesi diskusi, Dr. Darmawan, Dr. Miftakhul Khoiri,
dan Dr. Prasodjo memberikan berbagai masukan strategis terkait penguatan
kerangka konseptual, penyempurnaan metodologi, pengayaan perspektif akademik,
serta pengembangan model implementasi yang lebih aplikatif dalam konteks
industri halal dan ekonomi syariah internasional. "Transformasi pendidikan
tinggi saat ini menuntut sinergi antara penguasaan ilmu pengetahuan, inovasi,
kepemimpinan, dan jejaring global. Karena itu, mahasiswa harus didorong menjadi
pembelajar yang mampu melahirkan gagasan-gagasan kreatif, berpikir lintas
disiplin, serta memiliki sensitivitas terhadap isu-isu strategis, khususnya
dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat internasional,"
jelas Dr. Prasodjo yang belum lama ini mengantar mahasiswa-mahasiswa UIN Sunan
Kalijaga mengikuti program KKN di Jepang.
Sebagai moderator, Dr. Ibi Satibi, S.H.I., M.Si.
menegaskan bahwa forum akademik seperti ini merupakan ruang penting untuk
membangun budaya berpikir kritis, kolaboratif, dan berorientasi pada
penyelesaian persoalan nyata masyarakat.
Melalui forum ini, kedua institusi juga membuka peluang
kerja sama yang lebih luas dalam bidang mobilitas mahasiswa dan dosen,
penelitian kolaboratif, pengembangan kurikulum internasional, penguatan
kapasitas sumber daya manusia, serta penyelenggaraan berbagai program akademik
lintas negara. Kehadiran KOPERTAIS turut mempertegas komitmen bersama dalam
membangun ekosistem pendidikan tinggi Islam yang kolaboratif, inovatif, dan
berorientasi pada mutu.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi
penguatan kemitraan strategis antara STEI HAMFARA dan FEBI UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta dalam mendukung implementasi Advanced MELT 2026 di Malaysia dan
Singapura. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang
unggul, berintegritas, adaptif terhadap dinamika global, serta memiliki
kapasitas kepemimpinan untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi dan
bisnis Islam di tingkat nasional maupun internasional. isy@.