Bantul D.I. Yogyakarta, 17 Oktober 2026 —
Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menanam 500 pohon mangrove
di kawasan Pantai Baros, Bantul, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan bertema “Reimagining
Accounting for Earth and a Sustainable Future” ini diikuti 150 peserta
melalui kolaborasi HMPS Akuntansi Syariah dengan para relawan peduli lingkungan
dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta.
Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap
pelestarian ekosistem pesisir sekaligus upaya memperluas pemahaman mengenai
hubungan antara keilmuan akuntansi, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan
lingkungan. Melalui aksi penanaman mangrove, mahasiswa diajak menerjemahkan
pengetahuan akademik menjadi tindakan konkret yang memberikan manfaat bagi
masyarakat dan lingkungan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan,
dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia, Ketua HMPS Akuntansi Syariah, Ketua
Program Studi Akuntansi Syariah, serta Wakil Dekan III FEBI UIN Sunan Kalijaga
yang mewakili Dekan. Acara juga diisi edukasi mengenai perubahan iklim dan
fungsi mangrove, pengarahan teknis penanaman, aksi penanaman 500 pohon
mangrove, kegiatan bersih-bersih kawasan, dokumentasi, serta ramah tamah.
Wakil Dekan III FEBI UIN Sunan Kalijaga, Dr. Ibi Satibi, S.H.I.,
M.Si., yang hadir mewakili Dekan FEBI, mengapresiasi inisiatif HMPS Akuntansi
Syariah dalam menghadirkan kegiatan kemahasiswaan yang mengintegrasikan
pembelajaran akademik dengan kepedulian terhadap lingkungan.
“Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai ilmu pengetahuan di ruang
kelas. Ilmu yang dipelajari harus mampu diterjemahkan menjadi tindakan nyata
yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Penanaman mangrove ini
menjadi salah satu bentuk konkret bagaimana mahasiswa dapat mengambil peran
dalam menjawab tantangan keberlanjutan,” ungkapnya. “Keberhasilan ekonomi tidak
semestinya hanya diukur dari besarnya keuntungan finansial. Kita juga perlu
memperhatikan bagaimana keuntungan itu diperoleh, bagaimana sumber daya
dikelola, dan apa dampaknya bagi masyarakat serta kelestarian lingkungan. Inilah
pentingnya membangun perspektif akuntansi yang lebih bertanggung jawab dan
berorientasi pada keberlanjutan,” tambahnya.
Ketua Program Studi Akuntansi Syariah FEBI UIN Sunan Kalijaga, Dr.
Sofyan Hadinata, S.E., M.Sc., Ak., CA., turut memberikan apresiasi atas
pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia memandang penanaman mangrove sebagai bentuk
pembelajaran kontekstual yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan praktik
kepedulian terhadap lingkungan.
“Mahasiswa akuntansi perlu memahami bahwa aktivitas ekonomi selalu
memiliki dimensi sosial dan lingkungan. Karena itu, kompetensi akuntansi perlu
dikembangkan bersama dengan integritas, tanggung jawab, dan kesadaran terhadap
keberlanjutan. Kegiatan seperti ini memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa
untuk memahami pentingnya tanggung jawab tersebut,” ungkapnya. Ia juga
menekankan bahwa perkembangan ilmu akuntansi membuka peluang bagi mahasiswa
untuk mendalami isu-isu seperti akuntansi lingkungan, pelaporan keberlanjutan,
tanggung jawab sosial perusahaan, dan pengelolaan sumber daya secara
bertanggung jawab. Pengalaman lapangan seperti penanaman mangrove dapat menjadi
pintu masuk untuk mengembangkan diskusi, penelitian, dan inovasi akademik yang
relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Ketua Panitia kegiatan, Naufal Hilmi Mubarok, menyampaikan bahwa
penanaman mangrove dirancang bukan semata-mata sebagai agenda seremonial,
melainkan sebagai ruang pembelajaran bersama untuk meningkatkan kesadaran
lingkungan di kalangan mahasiswa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian
terhadap bumi dapat diwujudkan melalui tindakan nyata. Penanaman 500 pohon
mangrove bukan hanya tentang menanam bibit, tetapi juga tentang membangun
kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan 150 peserta dari berbagai kampus di
Yogyakarta menjadi bagian penting dalam memperkuat kolaborasi antarmahasiswa.
Pertemuan berbagai komunitas dan relawan lingkungan diharapkan membuka ruang
pertukaran gagasan, memperluas jejaring, serta mendorong lahirnya inisiatif
konservasi yang dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Kolaborasi lintas kampus ini sekaligus menunjukkan bahwa persoalan
lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu organisasi atau institusi saja.
Dibutuhkan partisipasi kolektif, edukasi yang berkesinambungan, dan kemauan
untuk bekerja bersama dalam menjaga ekosistem.
Sementara itu, Ketua HMPS Akuntansi Syariah, Ahmad Rehan,
menegaskan bahwa organisasi mahasiswa perlu menjadi ruang pengembangan
kapasitas akademik, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Menurutnya, mahasiswa
harus mampu menghubungkan kompetensi keilmuan dengan persoalan nyata yang
dihadapi masyarakat.
“Kami ingin HMPS Akuntansi Syariah menjadi ruang aktivitas
organisasi dan pengembangan akademik dan tentu juga menjadi wadah bagi
mahasiswa untuk menghadirkan kontribusi nyata. Kepedulian terhadap lingkungan
merupakan bagian dari tanggung jawab kita sebagai mahasiswa dan calon
profesional yang nantinya akan berperan di tengah masyarakat,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai
perubahan iklim dan fungsi mangrove dalam ekosistem pesisir. Sesi ini
memberikan pemahaman mengenai pentingnya vegetasi mangrove dalam membantu
menjaga kawasan pantai, mendukung habitat berbagai organisme, serta
berkontribusi terhadap penyimpanan karbon. Setelah pengarahan teknis, peserta
bersama-sama melakukan penanaman 500 pohon mangrove dan kegiatan bersih-bersih
di kawasan Pantai Baros.
Penanaman mangrove menjadi langkah awal yang perlu diikuti dengan
upaya perawatan dan pemantauan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Oleh
karena itu, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang
ditanam, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran peserta untuk menjaga lingkungan
secara konsisten serta mendukung keberlanjutan upaya konservasi.
Melalui kegiatan ini, HMPS Akuntansi Syariah FEBI UIN Sunan
Kalijaga menegaskan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dan kepedulian ekologis
dapat berjalan beriringan. Kolaborasi 150 peserta dari berbagai perguruan
tinggi di Yogyakarta menjadi modal sosial untuk memperkuat gerakan mahasiswa
yang peduli terhadap masa depan bumi.
Kesuksesan kegiatan Gerakan Tanam Mangrove di Pantai Baros, Bantul,
pada 17 Oktober 2026, tidak terlepas dari semangat kolaborasi dan dukungan
berbagai pihak. Apresiasi dan ucapan terima kasih disampaikan kepada Lembaga
Manajemen Infaq (LMI) Yogyakarta atas kolaborasi, sinergi, dan komitmennya
dalam menghadirkan aksi nyata pelestarian lingkungan demi masa depan yang
berkelanjutan. Terima kasih juga disampaikan kepada rekan-rekan media partner
volunteer, yaitu Febipreneur, Crast FM UPN, Kalijaga.co, KolaborasiJogja, GCC,
Earth Hour, Departemen Sosial Masyarakat UGM, dan lokalogi yang
telah mendukung publikasi dan menyebarluaskan semangat kepedulian lingkungan
kepada masyarakat luas. Semoga kolaborasi ini menjadi langkah berkelanjutan
dalam menumbuhkan kesadaran ekologis, memperkuat tanggung jawab sosial
mahasiswa, serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk berkontribusi dalam
menjaga kelestarian alam bagi generasi mendatang.