Yogyakarta, 3 September 2026 — Rangkaian 10th Islamic
Banking Festival (IB FEST) 2026 resmi dibuka di Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kamis (3/9/2026). Mengawali
perayaan satu dekade IB FEST, kegiatan Opening and Welcoming Party menjadi
momentum mempererat kebersamaan sekaligus mendorong mahasiswa Perbankan Syariah
untuk mengembangkan kreativitas, kompetensi, dan kesiapan menghadapi
transformasi industri perbankan syariah.
Pembukaan kegiatan dihadiri Rektor UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta Prof. Noorhaidi Hasan, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D., Dekan FEBI Prof.
Dr. Misnen Ardiansyah, S.E., M.Si., Ak., CA., ACPA., Wakil Dekan III FEBI Dr.
Ibi Satibi, S.H.I., M.Si., Ketua Program Studi Perbankan Syariah Dr. Jeihan Ali
Azhar, S.Si., M.E.I., serta seluruh dosen Program Studi Perbankan Syariah.
Kegiatan berlangsung meriah dengan kehadiran mahasiswa,
khususnya mahasiswa baru Program Studi Perbankan Syariah. Opening and Welcoming
Party menjadi ruang bagi mahasiswa untuk saling mengenal, membangun
kebersamaan, serta menumbuhkan semangat mengikuti berbagai rangkaian kegiatan
IB FEST 2026.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, menekankan
bahwa mahasiswa saat ini hidup dalam lingkungan akademik yang mengalami
perubahan sangat cepat, terutama dengan berkembangnya artificial intelligence
(AI). Kehadiran AI memberikan banyak manfaat dalam proses pendidikan, mulai
dari membantu pencarian informasi, pengolahan data, pengembangan ide, hingga
mendukung produktivitas akademik.
Namun demikian, Rektor mengingatkan bahwa kemudahan
teknologi juga menghadirkan tantangan yang tidak sederhana bagi dunia
pendidikan tinggi. Kemudahan memperoleh jawaban secara instan jangan sampai
membuat mahasiswa kehilangan kemampuan untuk bertanya, menganalisis, menguji,
dan membangun argumentasi secara mandiri.
“AI dapat membantu kita menemukan jawaban, tetapi pendidikan
tinggi tidak sekadar mengajarkan bagaimana menemukan jawaban. Pendidikan tinggi
mengajarkan bagaimana merumuskan pertanyaan, membangun argumentasi, menguji
kebenaran, dan mempertanggungjawabkan pengetahuan yang kita peroleh”, ujar Pak
Rektor.
Menurut Rektor, salah satu tantangan yang perlu diwaspadai
adalah munculnya budaya belajar yang serba instan. Mahasiswa dapat dengan mudah
memperoleh teks, gagasan, bahkan analisis melalui AI tanpa melalui proses
intelektual yang memadai. Jika tidak disikapi secara kritis, kondisi tersebut
dapat menyebabkan melemahnya penguasaan logika berpikir, kemampuan membaca
secara mendalam, serta kecenderungan mengabaikan sistematika dalam memperoleh
dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Rektor juga menegaskan bahwa penggunaan AI
harus ditempatkan sebagai mitra belajar, bukan sebagai pengganti nalar
akademik. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk membedakan antara informasi
dan pengetahuan, antara jawaban yang cepat dan jawaban yang benar, serta antara
teks yang dihasilkan mesin dengan argumentasi yang lahir dari proses
intelektual.
“Jangan sampai teknologi membuat kita kehilangan proses
berpikir. Mahasiswa harus tetap membaca, berdiskusi, menulis, melakukan
penelitian, menyusun argumentasi, dan menguji setiap informasi yang diperoleh.
Karena inti pendidikan adalah membentuk manusia yang mampu berpikir secara
benar dan bertanggung jawab”, ungkap Prof. Noorhaidi.
Dalam konteks Perbankan Syariah, kemampuan tersebut menjadi semakin
penting. Perubahan teknologi keuangan, digitalisasi perbankan, financial
technology, dan perkembangan ekonomi digital menuntut mahasiswa menguasai
teknologi, memiliki kemampuan analitis, etika, integritas, serta pemahaman
terhadap prinsip-prinsip syariah. Karena itu, Rektor mendorong mahasiswa
Perbankan Syariah untuk menjadi generasi yang adaptif terhadap teknologi,
kritis dalam berpikir, kuat dalam metodologi, dan kokoh dalam integritas.
Dekan FEBI UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Misnen Ardiansyah,
mengapresiasi konsistensi Program Studi Perbankan Syariah dan mahasiswa dalam
menyelenggarakan IB FEST hingga memasuki satu dekade.
“IB FEST merupakan bagian dari proses pendidikan mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar memimpin, bekerja sama, berkomunikasi,
berkompetisi, sekaligus membangun jejaring. Kami berharap pengalaman tersebut
menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam kehidupan akademik dan profesional.”
Dekan juga berharap perayaan satu dekade IB FEST dapat
menjadi momentum untuk memperkuat identitas Program Studi Perbankan Syariah
sebagai lingkungan akademik yang mendorong prestasi, kreativitas, inovasi, dan
pengembangan kompetensi mahasiswa.
Wakil Dekan III FEBI UIN Sunan Kalijaga, Dr. Ibi Satibi,
menyampaikan apresiasi kepada HMPS Perbankan Syariah dan seluruh mahasiswa yang
telah menyelenggarakan 10th IB FEST 2026. Kegiatan ini menjadi ruang penting
bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, membangun kebersamaan,
sekaligus mengasah kompetensi di luar ruang kelas. Ia juga mengapresiasi kerja
keras panitia, dukungan program studi, dosen, serta seluruh pihak yang telah
berkontribusi terhadap terselenggaranya IB FEST hingga memasuki satu dekade.
“Sepuluh tahun IB FEST menunjukkan bahwa tradisi kreativitas
dan prestasi mahasiswa perlu terus dijaga dan dikembangkan. Kami berharap
kegiatan ini semakin berkualitas, inklusif, dan mampu melahirkan mahasiswa
Perbankan Syariah yang kreatif, kompeten, berintegritas, serta siap menghadapi
perubahan zaman,” tambahnya.
Ketua Program Studi Perbankan Syariah, Dr. Jeihan Ali Azhar,
S.Si., M.E.I., menyampaikan bahwa kegiatan kemahasiswaan merupakan bagian
penting dalam membangun kompetensi mahasiswa secara utuh.
“Kami ingin kegiatan IB FEST tidak hanya menghasilkan
kompetisi dan pemenang, tetapi juga pengalaman, kreativitas, jejaring, dan
karakter mahasiswa. Kompetensi akademik perlu berjalan bersama dengan kemampuan
berkomunikasi, bekerja dalam tim, berinovasi, dan beradaptasi dengan
perkembangan industri.”
Ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan IB FEST sebagai
ruang untuk mengembangkan diri sekaligus memperluas wawasan mengenai tantangan
dan peluang industri perbankan syariah di era digital.
Duta Permana Baihaqi, Ketua HMPS Perbankan Syariah
menyampaikan bahwa IB FEST merupakan salah satu program kemahasiswaan yang
dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi sekaligus
mempererat hubungan antarmahasiswa.
“IB FEST kami hadirkan sebagai ruang bagi mahasiswa untuk
berani mencoba, berkompetisi, berkolaborasi, dan membangun pengalaman. Kami
berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat menjadi pengalaman positif yang
memperkuat kebersamaan mahasiswa Perbankan Syariah.”
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan fakultas,
program studi, dosen, panitia, mahasiswa, dan seluruh pihak yang telah
mendukung pelaksanaan 10th IB FEST 2026.
Ketua 10th IB Fest, Rahma Aulia menyampaikan bahwa pada
penyelenggaraan tahun ini, IB FEST menghadirkan enam kategori perlombaan, yaitu
International Business Plan Competition, Solo Vokal, Futsal, Badminton, Beauty
Content, dan E-Sport. IB FEST tahun ini juga mengadakan rangkaian acara lainnya
seperti bazar UMKM, Pertunjukan Barongsai, Kuliah Umum Program Studi dan Fun
Run.
Berbagai kompetisi tersebut memberikan kesempatan kepada
mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas sesuai dengan minat
masing-masing. Selain menjadi ajang prestasi, perlombaan juga menjadi media
pembelajaran untuk membangun sportivitas, kerja sama, komunikasi, dan kepercayaan
diri.
Seluruh rangkaian kegiatan 10th IB FEST 2026 berlangsung
selama tiga hari dan akan ditutup dengan IB Run pada hari ketiga.
Memasuki usia satu dekade, IB FEST diharapkan terus
berkembang sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan mahasiswa. Kegiatan ini
tidak hanya mempertemukan mahasiswa dalam suasana kompetisi, tetapi juga
membuka ruang untuk berproses, berkolaborasi, membangun jejaring, dan
menciptakan pengalaman bersama.
Melalui tema “The Role of Students in the Digital
Transformation of Islamic Banking”, 10th IB FEST 2026 sekaligus mengingatkan
pentingnya peran mahasiswa dalam merespons perkembangan teknologi dan perubahan
industri perbankan syariah.
Perjalanan satu dekade IB FEST menjadi bagian dari
perjalanan mahasiswa Perbankan Syariah untuk terus belajar, berprestasi,
berkolaborasi, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang kompeten,
berintegritas, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.