Dilihat 0 Kali

08_589_WhatsApp Image 2026-09-13 at 22.58.17.jpeg
Rektor UIN Sunan Kalijaga memberikan sambutan pada 10th Islamic Banking Festival (IB FEST) 2026.

Minggu, 13 September 2026 23:00:00 WIB

10th IB FEST 2026 Dibuka, Rektor Dorong Mahasiswa Adaptif dan Tetap Berpikir Kritis

Yogyakarta, 3 September 2026 — Rangkaian 10th Islamic Banking Festival (IB FEST) 2026 resmi dibuka di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kamis (3/9/2026). Mengawali perayaan satu dekade IB FEST, kegiatan Opening and Welcoming Party menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus mendorong mahasiswa Perbankan Syariah untuk mengembangkan kreativitas, kompetensi, dan kesiapan menghadapi transformasi industri perbankan syariah.

Pembukaan kegiatan dihadiri Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Noorhaidi Hasan, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D., Dekan FEBI Prof. Dr. Misnen Ardiansyah, S.E., M.Si., Ak., CA., ACPA., Wakil Dekan III FEBI Dr. Ibi Satibi, S.H.I., M.Si., Ketua Program Studi Perbankan Syariah Dr. Jeihan Ali Azhar, S.Si., M.E.I., serta seluruh dosen Program Studi Perbankan Syariah.

Kegiatan berlangsung meriah dengan kehadiran mahasiswa, khususnya mahasiswa baru Program Studi Perbankan Syariah. Opening and Welcoming Party menjadi ruang bagi mahasiswa untuk saling mengenal, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan semangat mengikuti berbagai rangkaian kegiatan IB FEST 2026.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, menekankan bahwa mahasiswa saat ini hidup dalam lingkungan akademik yang mengalami perubahan sangat cepat, terutama dengan berkembangnya artificial intelligence (AI). Kehadiran AI memberikan banyak manfaat dalam proses pendidikan, mulai dari membantu pencarian informasi, pengolahan data, pengembangan ide, hingga mendukung produktivitas akademik.

Namun demikian, Rektor mengingatkan bahwa kemudahan teknologi juga menghadirkan tantangan yang tidak sederhana bagi dunia pendidikan tinggi. Kemudahan memperoleh jawaban secara instan jangan sampai membuat mahasiswa kehilangan kemampuan untuk bertanya, menganalisis, menguji, dan membangun argumentasi secara mandiri.

“AI dapat membantu kita menemukan jawaban, tetapi pendidikan tinggi tidak sekadar mengajarkan bagaimana menemukan jawaban. Pendidikan tinggi mengajarkan bagaimana merumuskan pertanyaan, membangun argumentasi, menguji kebenaran, dan mempertanggungjawabkan pengetahuan yang kita peroleh”, ujar Pak Rektor.

Menurut Rektor, salah satu tantangan yang perlu diwaspadai adalah munculnya budaya belajar yang serba instan. Mahasiswa dapat dengan mudah memperoleh teks, gagasan, bahkan analisis melalui AI tanpa melalui proses intelektual yang memadai. Jika tidak disikapi secara kritis, kondisi tersebut dapat menyebabkan melemahnya penguasaan logika berpikir, kemampuan membaca secara mendalam, serta kecenderungan mengabaikan sistematika dalam memperoleh dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Rektor juga menegaskan bahwa penggunaan AI harus ditempatkan sebagai mitra belajar, bukan sebagai pengganti nalar akademik. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk membedakan antara informasi dan pengetahuan, antara jawaban yang cepat dan jawaban yang benar, serta antara teks yang dihasilkan mesin dengan argumentasi yang lahir dari proses intelektual.

“Jangan sampai teknologi membuat kita kehilangan proses berpikir. Mahasiswa harus tetap membaca, berdiskusi, menulis, melakukan penelitian, menyusun argumentasi, dan menguji setiap informasi yang diperoleh. Karena inti pendidikan adalah membentuk manusia yang mampu berpikir secara benar dan bertanggung jawab”, ungkap Prof. Noorhaidi.

Dalam konteks Perbankan Syariah, kemampuan tersebut menjadi semakin penting. Perubahan teknologi keuangan, digitalisasi perbankan, financial technology, dan perkembangan ekonomi digital menuntut mahasiswa menguasai teknologi, memiliki kemampuan analitis, etika, integritas, serta pemahaman terhadap prinsip-prinsip syariah. Karena itu, Rektor mendorong mahasiswa Perbankan Syariah untuk menjadi generasi yang adaptif terhadap teknologi, kritis dalam berpikir, kuat dalam metodologi, dan kokoh dalam integritas.


Dekan FEBI UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Misnen Ardiansyah, mengapresiasi konsistensi Program Studi Perbankan Syariah dan mahasiswa dalam menyelenggarakan IB FEST hingga memasuki satu dekade.

“IB FEST merupakan bagian dari proses pendidikan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar memimpin, bekerja sama, berkomunikasi, berkompetisi, sekaligus membangun jejaring. Kami berharap pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam kehidupan akademik dan profesional.”

Dekan juga berharap perayaan satu dekade IB FEST dapat menjadi momentum untuk memperkuat identitas Program Studi Perbankan Syariah sebagai lingkungan akademik yang mendorong prestasi, kreativitas, inovasi, dan pengembangan kompetensi mahasiswa.

Wakil Dekan III FEBI UIN Sunan Kalijaga, Dr. Ibi Satibi, menyampaikan apresiasi kepada HMPS Perbankan Syariah dan seluruh mahasiswa yang telah menyelenggarakan 10th IB FEST 2026. Kegiatan ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, membangun kebersamaan, sekaligus mengasah kompetensi di luar ruang kelas. Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia, dukungan program studi, dosen, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap terselenggaranya IB FEST hingga memasuki satu dekade.

“Sepuluh tahun IB FEST menunjukkan bahwa tradisi kreativitas dan prestasi mahasiswa perlu terus dijaga dan dikembangkan. Kami berharap kegiatan ini semakin berkualitas, inklusif, dan mampu melahirkan mahasiswa Perbankan Syariah yang kreatif, kompeten, berintegritas, serta siap menghadapi perubahan zaman,” tambahnya.

Ketua Program Studi Perbankan Syariah, Dr. Jeihan Ali Azhar, S.Si., M.E.I., menyampaikan bahwa kegiatan kemahasiswaan merupakan bagian penting dalam membangun kompetensi mahasiswa secara utuh.

“Kami ingin kegiatan IB FEST tidak hanya menghasilkan kompetisi dan pemenang, tetapi juga pengalaman, kreativitas, jejaring, dan karakter mahasiswa. Kompetensi akademik perlu berjalan bersama dengan kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, berinovasi, dan beradaptasi dengan perkembangan industri.”

Ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan IB FEST sebagai ruang untuk mengembangkan diri sekaligus memperluas wawasan mengenai tantangan dan peluang industri perbankan syariah di era digital.

Duta Permana Baihaqi, Ketua HMPS Perbankan Syariah menyampaikan bahwa IB FEST merupakan salah satu program kemahasiswaan yang dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi sekaligus mempererat hubungan antarmahasiswa.

“IB FEST kami hadirkan sebagai ruang bagi mahasiswa untuk berani mencoba, berkompetisi, berkolaborasi, dan membangun pengalaman. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat menjadi pengalaman positif yang memperkuat kebersamaan mahasiswa Perbankan Syariah.”

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan fakultas, program studi, dosen, panitia, mahasiswa, dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan 10th IB FEST 2026.

Ketua 10th IB Fest, Rahma Aulia menyampaikan bahwa pada penyelenggaraan tahun ini, IB FEST menghadirkan enam kategori perlombaan, yaitu International Business Plan Competition, Solo Vokal, Futsal, Badminton, Beauty Content, dan E-Sport. IB FEST tahun ini juga mengadakan rangkaian acara lainnya seperti bazar UMKM, Pertunjukan Barongsai, Kuliah Umum Program Studi dan Fun Run.

Berbagai kompetisi tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas sesuai dengan minat masing-masing. Selain menjadi ajang prestasi, perlombaan juga menjadi media pembelajaran untuk membangun sportivitas, kerja sama, komunikasi, dan kepercayaan diri.

Seluruh rangkaian kegiatan 10th IB FEST 2026 berlangsung selama tiga hari dan akan ditutup dengan IB Run pada hari ketiga.

Memasuki usia satu dekade, IB FEST diharapkan terus berkembang sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan mahasiswa. Kegiatan ini tidak hanya mempertemukan mahasiswa dalam suasana kompetisi, tetapi juga membuka ruang untuk berproses, berkolaborasi, membangun jejaring, dan menciptakan pengalaman bersama.

Melalui tema “The Role of Students in the Digital Transformation of Islamic Banking”, 10th IB FEST 2026 sekaligus mengingatkan pentingnya peran mahasiswa dalam merespons perkembangan teknologi dan perubahan industri perbankan syariah.

Perjalanan satu dekade IB FEST menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa Perbankan Syariah untuk terus belajar, berprestasi, berkolaborasi, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang kompeten, berintegritas, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.