Memasuki dunia perguruan tinggi menuntut perubahan pola pikir dan metode belajar. Mahasiswa tidak lagi sekadar menjadi penerima materi secara pasif, melainkan dituntut untuk lebih aktif mencari informasi, menganalisis persoalan, berdiskusi, serta membangun pemikiran secara mandiri. Kesadaran inilah yang ditanamkan dalam Sosialisasi Pembelajaran (SOSPEM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang digelar secara hybrid pada 26–27 Agustus 2026 di Gedung Multipurpose dan Zoom Meeting.
Pada SOSPEM 2026, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) mengusung tema "Beyond Boundaries: Digital Economy, Creating Future Innovators". Tema ini dirancang untuk merespons dinamika era ekonomi digital yang bergerak cepat tanpa sekat. Melalui tema ini, SOSPEM FEBI berkomitmen menjadi wadah pembinaan bagi mahasiswa baru agar tidak sekadar menjadi pengikut arus perkembangan zaman, melainkan terampil sebagai pionir. Mahasiswa didorong untuk berani melampaui keterbatasan, mengoptimalkan kemajuan teknologi, serta merancang ekosistem ekonomi masa depan yang lebih inklusif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Semangat perubahan tersebut direpresentasikan secara menyeluruh melalui logo resmi SOSPEM FEBI 2026 yang memadukan tiga elemen utama:
• Gedung menyerupai grafik pertumbuhan merupakan elemen yang menggambarkan perkembangan ekonomi yang berkelanjutan. Komposisi struktur yang kian meningkat melambangkan proses transformasi, kemajuan bertahap, serta lahirnya para inovator masa depan yang siap meningkatkan daya saing bangsa melalui sektor ekonomi digital.
• Lingkaran dunia dengan jaringan terhubung merupakan sebuah simbol dari konektivitas global tanpa batas di era digital. Setiap titik yang saling terhubung merepresentasikan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mencakup pemerintah, industri, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat dalam membangun ekosistem inovatif yang inklusif.
• Jalur digital dan panah mengarah ke atas menjadi lambang teknologi sebagai penggerak utama perubahan. Elemen jalur dan panah ini merepresentasikan digitalisasi, kecerdasan teknologi, efisiensi, serta inovasi berkelanjutan yang mengarahkan mahasiswa dan masyarakat menuju masa depan yang lebih maju.
Dalam acara pembukaan, Kepala CTSD (Center for Teaching Staff Development) UIN Sunan Kalijaga, Dr. Muqowim, menjelaskan bahwa SOSPEM bertujuan mengenalkan sistem akademik kampus yang berlandaskan nilai integratif-interkonektif, dedikasi-inovatif, serta peningkatan ke-berkelanjutan yang inklusif. Ia menekankan tiga bekal utama bagi mahasiswa, yaitu manajemen diri (target, waktu, dan tekanan), keterampilan interaksi yang berdasarkan dari empati, serta integritas akademik.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Istiningsih, menggarisbawahi pergeseran peran mahasiswa yang harus lebih berinisiatif menguji gagasan. Terkait pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan teknologi digital, ia mengingatkan agar tools tersebut digunakan secara bijak sebagai pendukung belajar tanpa menggantikan kedalaman berpikir kritis manusia.
Melalui pesan video, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, mengajak mahasiswa baru memanfaatkan masa perkuliahan untuk memperluas jaringan, berorganisasi, dan melatih toleransi di tengah keberagaman kampus. Ia menegaskan bahwa keberhasilan akademik harus dibarengi dengan etika bebas plagiarisme serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Rangkaian acara resmi dibuka melalui pemukulan gong oleh jajaran pimpinan universitas dan fakultas, menandai dimulainya langkah awal mahasiswa baru FEBI UIN Sunan Kalijaga dalam menempuh perjalanan akademik yang mandiri dan berdampak.
Fariha Fauziah