Yogyakarta – Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (AFEBIS) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 14–16 Juni 2026 di Yogyakarta. Kegiatan yang diikuti oleh para dekan, wakil dekan, ketua program studi, dan pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ini menjadi forum strategis untuk merumuskan arah pengembangan pendidikan ekonomi dan bisnis Islam yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman, perkembangan teknologi, serta kebutuhan industri.
Mengusung semangat kolaborasi dan transformasi, Rakernas AFEBIS 2026 menjadi ruang konsolidasi nasional bagi perguruan tinggi penyelenggara pendidikan ekonomi dan bisnis Islam. Berbagai isu strategis dibahas secara komprehensif, mulai dari penguatan tata kelola kelembagaan, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan peran perguruan tinggi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah nasional.
Kegiatan ini turut menghadirkan sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan di bidang ekonomi syariah. Salah satu sesi utama diisi oleh Prof. Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc., anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Hubungan Kelembagaan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dalam paparannya, Prof. Anggito menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi ekonomi syariah Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa meskipun Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, pangsa industri keuangan syariah nasional masih relatif kecil dibandingkan potensi yang dimiliki.
Menurut Prof. Anggito, kondisi tersebut menunjukkan adanya paradoks yang perlu segera diatasi melalui penguatan pendidikan, riset, inovasi, dan peningkatan literasi ekonomi syariah. Perguruan tinggi, khususnya FEBI, dinilai memiliki peran sentral dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menghadirkan solusi bagi pengembangan industri halal, keuangan syariah, serta pemberdayaan ekonomi umat.
Selain pembahasan isu-isu akademik dan strategis, Rakernas AFEBIS 2026 juga menjadi momentum penting dalam penguatan organisasi. Pada kesempatan tersebut, Dekan FEBI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Misnen Ardiansyah, S.E., M.Si., Ak., CA., ACPA., resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum AFEBIS periode 2026–2028. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu membawa AFEBIS semakin progresif dalam memperkuat jejaring antarperguruan tinggi serta memperluas kontribusi pendidikan ekonomi dan bisnis Islam terhadap pembangunan nasional.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta Rakernas berhasil merumuskan berbagai rekomendasi strategis yang akan menjadi pijakan AFEBIS dalam beberapa tahun mendatang. Beberapa agenda prioritas yang disepakati antara lain penguatan kurikulum yang adaptif terhadap era digital, peningkatan kolaborasi riset dan publikasi internasional, pengembangan program studi yang relevan dengan kebutuhan industri, serta penguatan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan syariah.
Sebagai tuan rumah penyelenggara, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari upaya penguatan pendidikan ekonomi dan bisnis Islam yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global. Rakernas AFEBIS 2026 diharapkan menjadi titik lahirnya berbagai langkah konkret dalam memperkuat posisi ekonomi syariah Indonesia sekaligus menjawab tantangan dan peluang di masa depan.
Melalui semangat kebersamaan dan kolaborasi yang terbangun selama Rakernas, AFEBIS menegaskan komitmennya untuk terus menjadi wadah strategis dalam mengembangkan pendidikan ekonomi dan bisnis Islam yang berkualitas, relevan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan ekonomi syariah Indonesia yang berkelanjutan.