Yogyakarta – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta menerima kunjungan JANZZ.technology Swiss, dalam
kegiatan Sharing Session Industri Global yang diselenggarakan pada
Selasa (28/7/2026) di Ruang Rapat Lantai 2 FEBI UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan
ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi
dan dunia industri global dalam membuka peluang peningkatan kompetensi
mahasiswa, serta memperluas akses karier bagi para alumni di pasar kerja
global.
Acara dipandu oleh Dr. Ibi Satibi, S.H.I., M.Si., Wakil
Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FEBI UIN Sunan Kalijaga. Hadir
mewakili Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Abdur Rozaki, M.Si., Wakil Rektor
Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama. Turut hadir jajaran pimpinan FEBI UIN
Sunan Kalijaga, yaitu Prof. Dr. Misnen Ardiansyah, S.E., M.Si., Ak., C.A.,
ACPA. selaku Dekan; Dr. Sunaryati, S.E., M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang
Akademik; Dr. H. Mukhamad Yazid Afandi, S.Ag., M.Ag. selaku Wakil Dekan Bidang
Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan; serta Dr. Ibi Satibi, S.H.I.,
M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama. Hadir pula Noor
Saif Muhammad Mussafi, S.Si., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Center for
Entrepreneurship Development and Innovation (CENDI) UIN Sunan Kalijaga, bersama
para Ketua dan Sekretaris Program Studi, yaitu Dr. Miftakhul Choiri, S.Sos.I.,
M.S.I. dan Anggari Marya Kresnowati, S.E., M.E. (Ekonomi Syariah); Dr. Jeihan
Ali Azhar, S.Si., M.E.I. dan Defi Insani Saibil, S.E.I., M.E.K. (Perbankan
Syariah); Dr. Darmawan, S.Pd., M.A.B. dan Ratna Sofiana, S.H., M.Si. (Manajemen
Keuangan Syariah); serta Sofyan Hadinata, S.E., M.Sc., Ak., C.A. dan Furqonul
Haq, S.E.I., M.E.I. (Akuntansi Syariah). Turut hadir pula Hilmy Baroroh,
S.E.I.,M.E.K. selaku Ketua Laboratorium Bahasa dan Alex Fahrur Riza, S.E.,
M.Sc. selaku Ketua Laboratorium Ekonomi FEBI UIN Sunan Kalijaga.
Sementara itu, dari JANZZ.technology hadir Stefan Winzenried
selaku CEO & Founder JANZZ Ltd. Zurich, Swiss, didampingi Hesti Aryani (Direktur
Utama PT JANZZ Technology Indonesia) dan Lina Yulianti (Partnership Manager
BtoE).
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Abdur Rozaki, M.Si. menegaskan
bahwa pennmguatan kemitraan dengan dunia industri merupakan bagian integral
dari strategi transformasi pendidikan tinggi yang tengah dikembangkan UIN Sunan
Kalijaga. Menurutnya, perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menghasilkan
lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu membangun
ekosistem pembelajaran yang mempersiapkan mahasiswa memiliki kompetensi
profesional, pengalaman internasional, kemampuan adaptif, serta daya saing yang
sesuai dengan kebutuhan dunia kerja global.
"Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri
merupakan keniscayaan di tengah perubahan lanskap ekonomi dan teknologi global.
Mahasiswa harus dipersiapkan sejak dini agar memiliki kompetensi yang relevan,
pengalaman praktik yang memadai, serta jejaring profesional yang mampu
mengantarkan mereka menjadi talenta unggul di tingkat nasional maupun
internasional. Karena itu, kami menyambut baik kemitraan strategis dengan PT
JANZZ Technology Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas
lulusan UIN Sunan Kalijaga," ujar Prof. Abdur Rozaki.
Pada kesempatan yang sama, Dekan FEBI UIN Sunan Kalijaga,
Prof. Dr. Misnen Ardiansyah, menyampaikan bahwa kemitraan dengan JANZZ.technology
Indonesia menjadi langkah strategis dalam memperkuat implementasi kebijakan link
and match antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri.
"FEBI terus berkomitmen membangun jejaring kerja
sama internasional yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan alumni.
Kami berharap kolaborasi ini dapat menghadirkan lebih banyak peluang magang,
sertifikasi kompetensi, hingga akses penempatan kerja pada
perusahaan-perusahaan berskala global," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Center for Entrepreneurship Development
and Innovation (CENDI) UIN Sunan Kalijaga, Noor Saif Muhammad Mussafi, S.Si.,
M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa UIN Sunan Kalijaga terus memperkuat sistem
pemetaan (mapping) dan pelacakan (tracer study) alumni sebagai basis penyusunan
strategi peningkatan keterserapan lulusan di dunia kerja. Menurutnya, CENDI
telah mengembangkan basis data alumni yang memuat profil kompetensi, bidang
pekerjaan, serta persebaran alumni pada berbagai sektor, baik nasional maupun
internasional.
"Pemetaan data alumni menjadi instrumen penting untuk
membaca kebutuhan industri sekaligus mengidentifikasi kompetensi yang
dibutuhkan pasar kerja global. Data tersebut memungkinkan universitas membangun
ekosistem yang mempertemukan lulusan dengan mitra industri secara lebih tepat
sasaran. Kerja sama dengan JANZZ.technology Indonesia merupakan langkah
strategis untuk memperluas akses alumni dan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga
terhadap peluang kerja pada perusahaan-perusahaan berskala internasional,"
ujar Noor Saif Muhammad Mussafi.
Sementara itu, Stefan Winzenried, CEO & Founder JANZZ Ltd.
Zurich, Swiss, memaparkan profil JANZZ sebagai perusahaan teknologi global yang
mengembangkan solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung
proses job matching, pengembangan talenta (talent management), analisis
kompetensi (skills intelligence), serta transformasi digital di bidang
ketenagakerjaan. Dalam presentasinya, ia menjelaskan bahwa ekosistem digital
JANZZ dirancang untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan kompetensi
pencari kerja melalui pemanfaatan teknologi semantik (semantic matching)
dan kecerdasan buatan yang mampu memetakan keterampilan (skills),
pengalaman, serta potensi individu secara lebih akurat dibandingkan sistem
rekrutmen konvensional. Pendekatan tersebut telah diterapkan pada berbagai
lembaga pemerintah, institusi pendidikan, dan perusahaan di sejumlah negara
untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia yang lebih adaptif terhadap
perubahan dunia kerja.
Stefan menjelaskan bahwa perkembangan ekonomi digital,
otomatisasi industri, serta pesatnya kemajuan kecerdasan buatan telah mengubah
karakter pasar tenaga kerja global. Menurutnya, perusahaan tidak lagi hanya
mencari lulusan dengan indeks prestasi akademik yang tinggi, tetapi juga
individu yang memiliki kompetensi lintas disiplin (cross-disciplinary
competencies), literasi digital, kemampuan komunikasi lintas budaya, penguasaan
bahasa asing, keterampilan memecahkan masalah (problem solving), serta
kemampuan belajar sepanjang hayat (lifelong learning). Oleh karena itu,
perguruan tinggi perlu membangun ekosistem pembelajaran yang mampu
mengintegrasikan penguasaan ilmu pengetahuan dengan pengalaman praktik
industri, sertifikasi kompetensi, dan penguatan soft skills agar lulusan
lebih siap memasuki pasar kerja internasional.
Lebih lanjut, Stefan memperkenalkan berbagai peluang
kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama perguruan tinggi, antara lain
penyelenggaraan program magang internasional, pelatihan peningkatan kompetensi
digital (digital upskilling), pemetaan kompetensi mahasiswa dan alumni berbasis
AI-powered skills assessment, pendampingan pengembangan karier (career
development), hingga perluasan akses terhadap jejaring perusahaan global
yang menjadi mitra JANZZ. Menurutnya, kolaborasi semacam ini akan memberikan
nilai tambah bagi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas lulusan
sekaligus memperkuat tingkat keterserapan alumni pada dunia usaha dan dunia
industri, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Kami melihat potensi besar mahasiswa UIN Sunan
Kalijaga, khususnya FEBI, untuk berkontribusi di pasar kerja internasional.
Melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dan jejaring industri global
yang dimiliki JANZZ, kami berharap kemitraan ini dapat membuka akses yang lebih
luas terhadap program pelatihan, pengembangan kompetensi, hingga peluang karier
bagi mahasiswa dan alumni. Kami percaya bahwa kolaborasi antara perguruan
tinggi dan industri merupakan investasi penting dalam menyiapkan talenta masa
depan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global," ujar Stefan
Winzenried.
Diskusi yang berlangsung setelah pemaparan tersebut membahas
berbagai peluang implementasi kerja sama, mulai dari integrasi pemetaan
kompetensi mahasiswa dan alumni, penyelenggaraan pelatihan berbasis kebutuhan
industri (industry-driven training), penguatan layanan pengembangan
karier (career services), hingga pengembangan model penempatan kerja (employment
pathway) yang memanfaatkan teknologi AI job matching. Seluruh gagasan
tersebut memperoleh respons positif dari pimpinan UIN Sunan Kalijaga dan FEBI
sebagai bagian dari upaya memperkuat kebijakan link and match antara
pendidikan tinggi dengan dunia industri global serta meningkatkan daya saing
lulusan di era transformasi digital.
Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Sunan Kalijaga kembali
menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi strategis dengan mitra
industri, baik di tingkat nasional maupun internasional, sebagai bagian dari
upaya meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring kemitraan, serta
meningkatkan daya saing mahasiswa dan alumni dalam menghadapi tantangan dunia
kerja global.