Dilihat 0 Kali

08_584_Capture7.jpg

Kamis, 30 Juli 2026 11:01:00 WIB

FEBI UIN Sunan Kalijaga Jajaki Kerja Sama Strategis dengan JANZZ.technology Swiss, Perkuat Karier Global Mahasiswa

Yogyakarta – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menerima kunjungan JANZZ.technology Swiss, dalam kegiatan Sharing Session Industri Global yang diselenggarakan pada Selasa (28/7/2026) di Ruang Rapat Lantai 2 FEBI UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri global dalam membuka peluang peningkatan kompetensi mahasiswa, serta memperluas akses karier bagi para alumni di pasar kerja global.

Acara dipandu oleh Dr. Ibi Satibi, S.H.I., M.Si., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FEBI UIN Sunan Kalijaga. Hadir mewakili Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Abdur Rozaki, M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama. Turut hadir jajaran pimpinan FEBI UIN Sunan Kalijaga, yaitu Prof. Dr. Misnen Ardiansyah, S.E., M.Si., Ak., C.A., ACPA. selaku Dekan; Dr. Sunaryati, S.E., M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik; Dr. H. Mukhamad Yazid Afandi, S.Ag., M.Ag. selaku Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan; serta Dr. Ibi Satibi, S.H.I., M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama. Hadir pula Noor Saif Muhammad Mussafi, S.Si., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Center for Entrepreneurship Development and Innovation (CENDI) UIN Sunan Kalijaga, bersama para Ketua dan Sekretaris Program Studi, yaitu Dr. Miftakhul Choiri, S.Sos.I., M.S.I. dan Anggari Marya Kresnowati, S.E., M.E. (Ekonomi Syariah); Dr. Jeihan Ali Azhar, S.Si., M.E.I. dan Defi Insani Saibil, S.E.I., M.E.K. (Perbankan Syariah); Dr. Darmawan, S.Pd., M.A.B. dan Ratna Sofiana, S.H., M.Si. (Manajemen Keuangan Syariah); serta Sofyan Hadinata, S.E., M.Sc., Ak., C.A. dan Furqonul Haq, S.E.I., M.E.I. (Akuntansi Syariah). Turut hadir pula Hilmy Baroroh, S.E.I.,M.E.K. selaku Ketua Laboratorium Bahasa dan Alex Fahrur Riza, S.E., M.Sc. selaku Ketua Laboratorium Ekonomi FEBI UIN Sunan Kalijaga.

Sementara itu, dari JANZZ.technology hadir Stefan Winzenried selaku CEO & Founder JANZZ Ltd. Zurich, Swiss, didampingi Hesti Aryani (Direktur Utama PT JANZZ Technology Indonesia) dan Lina Yulianti (Partnership Manager BtoE).

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Abdur Rozaki, M.Si. menegaskan bahwa pennmguatan kemitraan dengan dunia industri merupakan bagian integral dari strategi transformasi pendidikan tinggi yang tengah dikembangkan UIN Sunan Kalijaga. Menurutnya, perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu membangun ekosistem pembelajaran yang mempersiapkan mahasiswa memiliki kompetensi profesional, pengalaman internasional, kemampuan adaptif, serta daya saing yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja global.

"Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri merupakan keniscayaan di tengah perubahan lanskap ekonomi dan teknologi global. Mahasiswa harus dipersiapkan sejak dini agar memiliki kompetensi yang relevan, pengalaman praktik yang memadai, serta jejaring profesional yang mampu mengantarkan mereka menjadi talenta unggul di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, kami menyambut baik kemitraan strategis dengan PT JANZZ Technology Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas lulusan UIN Sunan Kalijaga," ujar Prof. Abdur Rozaki.

Pada kesempatan yang sama, Dekan FEBI UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Misnen Ardiansyah, menyampaikan bahwa kemitraan dengan JANZZ.technology Indonesia menjadi langkah strategis dalam memperkuat implementasi kebijakan link and match antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri.

"FEBI terus berkomitmen membangun jejaring kerja sama internasional yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan alumni. Kami berharap kolaborasi ini dapat menghadirkan lebih banyak peluang magang, sertifikasi kompetensi, hingga akses penempatan kerja pada perusahaan-perusahaan berskala global," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Center for Entrepreneurship Development and Innovation (CENDI) UIN Sunan Kalijaga, Noor Saif Muhammad Mussafi, S.Si., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa UIN Sunan Kalijaga terus memperkuat sistem pemetaan (mapping) dan pelacakan (tracer study) alumni sebagai basis penyusunan strategi peningkatan keterserapan lulusan di dunia kerja. Menurutnya, CENDI telah mengembangkan basis data alumni yang memuat profil kompetensi, bidang pekerjaan, serta persebaran alumni pada berbagai sektor, baik nasional maupun internasional.

"Pemetaan data alumni menjadi instrumen penting untuk membaca kebutuhan industri sekaligus mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja global. Data tersebut memungkinkan universitas membangun ekosistem yang mempertemukan lulusan dengan mitra industri secara lebih tepat sasaran. Kerja sama dengan JANZZ.technology Indonesia merupakan langkah strategis untuk memperluas akses alumni dan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga terhadap peluang kerja pada perusahaan-perusahaan berskala internasional," ujar Noor Saif Muhammad Mussafi.

Sementara itu, Stefan Winzenried, CEO & Founder JANZZ Ltd. Zurich, Swiss, memaparkan profil JANZZ sebagai perusahaan teknologi global yang mengembangkan solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung proses job matching, pengembangan talenta (talent management), analisis kompetensi (skills intelligence), serta transformasi digital di bidang ketenagakerjaan. Dalam presentasinya, ia menjelaskan bahwa ekosistem digital JANZZ dirancang untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan kompetensi pencari kerja melalui pemanfaatan teknologi semantik (semantic matching) dan kecerdasan buatan yang mampu memetakan keterampilan (skills), pengalaman, serta potensi individu secara lebih akurat dibandingkan sistem rekrutmen konvensional. Pendekatan tersebut telah diterapkan pada berbagai lembaga pemerintah, institusi pendidikan, dan perusahaan di sejumlah negara untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia yang lebih adaptif terhadap perubahan dunia kerja.

Stefan menjelaskan bahwa perkembangan ekonomi digital, otomatisasi industri, serta pesatnya kemajuan kecerdasan buatan telah mengubah karakter pasar tenaga kerja global. Menurutnya, perusahaan tidak lagi hanya mencari lulusan dengan indeks prestasi akademik yang tinggi, tetapi juga individu yang memiliki kompetensi lintas disiplin (cross-disciplinary competencies), literasi digital, kemampuan komunikasi lintas budaya, penguasaan bahasa asing, keterampilan memecahkan masalah (problem solving), serta kemampuan belajar sepanjang hayat (lifelong learning). Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu membangun ekosistem pembelajaran yang mampu mengintegrasikan penguasaan ilmu pengetahuan dengan pengalaman praktik industri, sertifikasi kompetensi, dan penguatan soft skills agar lulusan lebih siap memasuki pasar kerja internasional.

Lebih lanjut, Stefan memperkenalkan berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama perguruan tinggi, antara lain penyelenggaraan program magang internasional, pelatihan peningkatan kompetensi digital (digital upskilling), pemetaan kompetensi mahasiswa dan alumni berbasis AI-powered skills assessment, pendampingan pengembangan karier (career development), hingga perluasan akses terhadap jejaring perusahaan global yang menjadi mitra JANZZ. Menurutnya, kolaborasi semacam ini akan memberikan nilai tambah bagi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas lulusan sekaligus memperkuat tingkat keterserapan alumni pada dunia usaha dan dunia industri, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Kami melihat potensi besar mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, khususnya FEBI, untuk berkontribusi di pasar kerja internasional. Melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dan jejaring industri global yang dimiliki JANZZ, kami berharap kemitraan ini dapat membuka akses yang lebih luas terhadap program pelatihan, pengembangan kompetensi, hingga peluang karier bagi mahasiswa dan alumni. Kami percaya bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri merupakan investasi penting dalam menyiapkan talenta masa depan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global," ujar Stefan Winzenried.

Diskusi yang berlangsung setelah pemaparan tersebut membahas berbagai peluang implementasi kerja sama, mulai dari integrasi pemetaan kompetensi mahasiswa dan alumni, penyelenggaraan pelatihan berbasis kebutuhan industri (industry-driven training), penguatan layanan pengembangan karier (career services), hingga pengembangan model penempatan kerja (employment pathway) yang memanfaatkan teknologi AI job matching. Seluruh gagasan tersebut memperoleh respons positif dari pimpinan UIN Sunan Kalijaga dan FEBI sebagai bagian dari upaya memperkuat kebijakan link and match antara pendidikan tinggi dengan dunia industri global serta meningkatkan daya saing lulusan di era transformasi digital.

Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Sunan Kalijaga kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi strategis dengan mitra industri, baik di tingkat nasional maupun internasional, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring kemitraan, serta meningkatkan daya saing mahasiswa dan alumni dalam menghadapi tantangan dunia kerja global.