Review Kurikulum Merdeka Prodi ES bersama UI, UNAIR, dan UNPAD

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada tahun ini mengeluarkan kebijakan baru Merdeka Belajar. Dalam rangka menyambut baik kebijakan tersebut, Prodi Ekonomi Syariah (ES) Fakultas Ekonomi dan bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga mengadakan kegiatan “Review dan Sharing Kurikulum Merdeka Ekonomi Syariah” pada Jumat, 9 Oktober 2020.
Sharing dan review Kurikulum Merdeka ini dilakukan via zoom meeting ini dengan mengundang beberapa kaprodi ekonomi islam dari universitas lain, yakni Dr. Tika Arundina, SE., M.Sc. Fin., dari Universitas Indonesia, Dr. Cupian, SE., MT., dari Universitas Padjajaran, dan Noven Suprayogi, SE., M.Si., Ak., dari Universitas Airlangga. Turut mengundang juga Kaprodi ES FEBI Dr. Abdul Qoyum, S.E.I., M.Sc.Fin.
Kurikulum Merdeka merupakan upaya guna memajukan pendidikan di Indonesia dengan memberikan hak kepada mahasiswa untuk belajar di luar program studi selama tiga semester atau setara dengan 40 sks. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan soft skill maupun hard skill agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Seperti yang dijelaskan oleh Dekan FEBI, Dr. Afdawaiza, S. Ag, M. Ag., bahwa kurikulum ini memiliki 8 kegiatan di dalam maupun di luar kelas, yaitu: pertukaran pelajar, proyek di desa, mengajar di sekolah, riset dan penelitian, wirausaha, proyek kemanusiaan, magang, dan proyek independen.
Dengan adanya kurikulum merdeka belajar, Cupian, selaku Kaprodi Ekonomi Islam Universitas Padjajaran mengungkapkan bahwa perguruan tinggi akan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa dalam menambah wawasan dan mendapatkan suasana serta kultur belajar yang berbeda. “Mahasiswa bisa menggali potensinya di luar kampus dan prodinya karena ini melibatkan banyak pihak,” ujarnya.
Walaupun terdapat kendala, Novan Soprayogi menganggap bahwa tidak perlu adanya perubahan secara keseluruhan, “Tidak harus mengubah kurikulum secara keseluruhan,” ungkapnya. Noven menganggap bahwa yang menjadi pokok kampus merdeka adalah transformasi strategi belajar-mengajar dan transformasi ruang belajar.
Dengan adanya implementasi kebijakan kurikulum baru ini, Tika Arundina berharap akan adanya sinergi yang terbangun antara universitas-universitas di Indonesia, khusus nya bagi prodi-prodi Ekonomi Islam, “Semoga program ini (merdeka belajar) dapat memperkuat sinergi-sinergi di seluruh universitas di Indonesia." pungkas nya.
Kontributor: Yulita Bimantari, Editor: AN